Rumah sakit Pertamina Pusat Jakarta adalah salah satu rumah sakit terbesar dan terbaik yang ada di ibu kota. Pada awalnya rumah sakit merupakan salah satu bentuk organisasi layanan kesehatan kepada masyarakat Indonesia. Rumah Sakit ini terletak di Jl. Kyai Maja No. 43 RT 4/RW 8 Gunung Kecamatan Kebayoran Baru Kota Jakarta Selatan, DKI Jakarta. Rumah Sakit ini memang lebih sering dikenal dengan sebutan RSPP.

Berikut Informasi Jam Besuk Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit Pertamina Pusat Jakarta

RSPP ini merupakan salah satu rumah sakit terbesar dari 16 rumah sakit yang dikelola oleh PT Pertamina Medika. Secara resmi rumah sakit ini beroperasi pada 6 Januari 1972 dan sampai saat ini telah memiliki lebih dari 20 poliklinik. Selain itu rumah sakit ini juga telah di dukung oleh banyak sekali tenaga medis yang sudah berpengalaman dan profesional dan tentu saja disesuaikan dengan standar pelayanan KARS serta predikat paripurna.

Ada banyak sekali layanan kesehatan yang disediakan oleh rumah sakit ini seperti layanan farmasi, unit perawatan intensif, instalasi gizi, instalasi rawat inap, instalasi rawat jalan, instalasi gawat darurat dan lain-lain. Selain itu juga terdapat beberapa poliklinik yang melayani poliklinik bedah, poliklinik jantung serta pembuluh darah, poliklinik penyakit kulit dan kelamin serta masih banyak poliklinik lain yang ada di rumah sakit ini. Bagi Anda yang ingin mengetahui jadwal besuk bagi pasien rawat inap di RSPP berikut ini adalah informasinya:

  1. Hari senin sampai dengan hari Jumat jam besuk dimulai pukul 12.00-13.00 wib dan sore pukul 17.00-20.00 wib.
  2. Hari Sabtu atau hari libur jam besuk dimulai pukul 11.00-13.00 wib dan sore mulai pukul 17.00-20.00 wib.
Sebagai salah satu rumah sakit terbaik yang ada di Jakarta, RSPP memiliki visi yakni akan menjadi rumah sakit terbaik yang telah menggunakan sistem serta konsep layanan medis yang mutakhir. Untuk memberikan kemudahan kepada pasien yang ingin melakukan MCU di RSPP, RSPP telah menyediakan layanan booking yang bisa dilakukan secara online. Langkah-langkah yang bisa Anda lakukan adalah dengan mengisi form registrasi online MCU selanjutnya Anda tinggal cek info registrasi online MCU yang telah Anda isi sebelumnya.

Sebagai informasi bahwa RSPP juga memiliki layanan unggulan yang disediakan kepada pasien seperti Instalasi luka bakar, kedokteran nuklir, kelengkapan alat radiologi, MCU One Stop Service, Kardio Invasif, MRI 3.0 Tesla. Ada banyak sekali kemudahan-kemudahan yang disediakan oleh rumah sakit ini untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat yakni salah satunya dengan menyediakan layanan konsultasi kesehatan secara online. Menjadi salah satu rumah sakit terbaik tentunya telah menjadikan RSPP akan terus berbenah dalam memberikan layanan kesehatan yang dibutuhkan oleh masyarakat.

Untuk informasi tarif kamar dapat dijelaskan bahwa Rumah Sakit Pertamina Pusat Jakarta telah melakukan perubahan untuk tarif tiap kamar, yakni untuk fasilitas standar dikenakan biaya 300 per malam, Superior 800 ribu per malam, Deluxe 1,3 juta per malam, Executive 1,5 VVIP 2 jt per malam, Junior Suite 2,7 per malam dan President Suite 3,5 juta per malam. Dari berbagai tarif atau biaya yang dikenakan dari setiap kamar tersebut tentunya didasarkan dari beberapa fasilitas yang melengkapinya. Jadi dapat dipastikan bahwa semakin mahal biaya atau tarif kamar yang dipilih makan akan semakin lengkap fasilitas yang di dapatkan.

Per Agustus 2019 lalu, suku bunga Bank Indonesia resmi turun menjadi 5,5 persen dari sebelumnya berada di angka 5,75 persen. Bila melihat suku bunga yang turun saat ini, tentunya ini bisa jadi angin segar bagi Anda yang ingin wujudkan rumah imajinasimu dengan KPR. Tapi, apakah suku bunga kredit yang turun berpengaruh pada suku bunga KPR?

Suku Bunga Kredit Turun, Apakah Bunga KPR Juga Turun

Bunga KPR Seharusnya Bisa Ikut Turun
Dengan turunnya suku bunga kredit, seharusnya suku bunga KPR juga bisa ikut turun. Hanya saja, saat ini penurunan belum terjadi secara merata dan itu pun masih sangat kecil. Penurunan suku bunga KPR bisa saja memiliki pengaruh yang sangat besar untuk kredit KPR itu sendiri. Anda pasti tahu, rumah adalah hal pokok yang seharusnya dimiliki setiap masyarakat.

Ketika suku bunga rendah, maka orang-orang akan lebih termotivasi untuk mengajukan kredit perumahan. Sebaliknya, jika suku bunga naik, maka nasabah yang sudah ambil KPR akan merasa terbebani dengan pembayaran bunga yang lebih tinggi meski itu tergantung dari skema bunga yang diaplikasikan.

Nah, kalau terjadi peningkatan suku bunga yang terus menerus, maka akan terjadi yang namanya kredit macet masal. Para nasabah akan lebih memilih mangkir dan membiarkan rumahnya diambil alih bank karena mereka sendiri memang kesulitan dalam melakukan pembayaran kredit. 

Jika suku bunga rendah, kredit macet massal tentu tak akan terjadi. Orang-orang juga akan tertarik untuk mengambil KPR. Hanya saja, penurunan suku bunga ini tidak cepat diikuti dengan penurunan suku bunga KPR. 

Mengapa Tidak Ikut Turun?
Sebenarnya, hal ini tidak sepenuhnya benar. Sebagian bank meski belum semua sudah mulai menurunkan suku bunga kredit mereka meski sedikit. Alasan mengapa masih banyak bank yang tidak menurunkan bunga KPR-nya adalah karena penurunan yang cenderung lamban. 

Setidaknya, menurut pengamatan, penurunan suku bunga baru bisa dilakukan setidaknya 8 bulan setelah penurunan suku bunga kredit. Mengapa bisa selama ini? Itu karena bank harus menghitung kembali biaya dana selama suku bunga acuan yang tinggi. Jadi, tidak bisa langsung ikut turun mengikuti suku bunga yang ditetapkan.

Meski demikian, hal ini tetap berpengaruh positif. Apalagi, saat ini likuiditas bank juga sudah mendukung. Itu karena terjadi pelonggaran LTV juga yang mana setidaknya bisa membuat suku bunga KPR mulai turun pada akhir tahun 2019.

Penjelasan Bank BTN
BTN, selaku salah satu penyedia kredit rumah mudah KPR sendiri sudah menjelaskan mengenai alasan mereka belum menurunkan suku bunga KPR mereka untuk mengikuti penurunan suku bunga kredit yang ditetapkan Bank Indonesia. Menurut Direktur Finance BTN, hal ini terjadi karena butuh masa transisi penyesuaian suku bunga acuan KPR.

Lamanya masa transisi ini sendiri sangat bergantung pada komposisi deposito berjangka yang dikelola bank saat ini. Pada BTN sendiri, deposito berjangka yang paling banyak dimilikinya adalah yang berjangka 3 hingga 6 bulan saja. Itu artinya, BTN masih sulit menurunkan suku bunga KPR sebab harus menanggung bunga deposito berjangka yang masih panjang.

Penyebab lain mengapa susah untuk BTN menurunkan suku bunga KPR saat ini adalah karena ketatnya likuiditas bank. Ini terjadi karena perebutan dana masyarakat yang masih dilakukan sebagian besar bank. Ini membuat lembaga keuangan harus berlomba menawarkan suku bunga pendanaan yang tinggi agar bisa mendapatkan dana dari masyarakat juga.

Alasan ketiga mengapa bank BTN masih belum bisa menurunkan suku bunga KPR adalah karena tingginya beban dana atau cost of fund yang masih harus mereka tanggung. Hingga kini, rasio beban yang mereka tanggung masih di atas 6%.

Bukan berarti bank BTN sama sekali tidak berniat menurunkan suku bunga KPR. Bank berplat merah ini sudah melakukan beberapa cara untuk mengurangi beban dana sehingga suku bunga KPR bisa diturunkan. Beberapa cara yang bisa mereka lakukan adalah mengurangi eksposur di pendanaan wholesale.

Contohnya saja adalah penerbitan surat utang, pinjaman bilateral hingga dana di luar penghimpunan masyarakat. Cara kedua adalah bank BTN akan fokus menggalang deposito jangka panjang dari ritel institusi sebab suku bunga untuk deposito jangka panjang ini lebih rendah. 

Cara lainnya adalah bank BTN akan mengalihkan sebagian sumber dana ke tabungan atau dana murah. Mereka optimis bisa menggenjot dana murah dalam waktu dekat dengan tujuan untuk bisa mengurangi beban dana yang mereka tanggung. Dengan begitu, setidaknya pada tahun 2020 nanti, bank BTN bisa menurunkan suku bunga KPR.

Meski suku bunga kredit sudah turun sejak Agustus 2019 lalu, nyatanya hal itu belum diikuti dengan penurunan suku bunga KPR secara merata. Namun, setidaknya bank-bank di Indonesia termasuk BTN sudah melakukan cara untuk menurunkan suku bunga. Ini bisa jadi angin segar untuk Anda yang mau wujudkan desain rumah yg bikin relax impian Anda.