Suku Bunga Kredit Turun, Apakah Bunga KPR Juga Turun?

Per Agustus 2019 lalu, suku bunga Bank Indonesia resmi turun menjadi 5,5 persen dari sebelumnya berada di angka 5,75 persen. Bila melihat suku bunga yang turun saat ini, tentunya ini bisa jadi angin segar bagi Anda yang ingin wujudkan rumah imajinasimu dengan KPR. Tapi, apakah suku bunga kredit yang turun berpengaruh pada suku bunga KPR?

Suku Bunga Kredit Turun, Apakah Bunga KPR Juga Turun

Bunga KPR Seharusnya Bisa Ikut Turun
Dengan turunnya suku bunga kredit, seharusnya suku bunga KPR juga bisa ikut turun. Hanya saja, saat ini penurunan belum terjadi secara merata dan itu pun masih sangat kecil. Penurunan suku bunga KPR bisa saja memiliki pengaruh yang sangat besar untuk kredit KPR itu sendiri. Anda pasti tahu, rumah adalah hal pokok yang seharusnya dimiliki setiap masyarakat.

Ketika suku bunga rendah, maka orang-orang akan lebih termotivasi untuk mengajukan kredit perumahan. Sebaliknya, jika suku bunga naik, maka nasabah yang sudah ambil KPR akan merasa terbebani dengan pembayaran bunga yang lebih tinggi meski itu tergantung dari skema bunga yang diaplikasikan.

Nah, kalau terjadi peningkatan suku bunga yang terus menerus, maka akan terjadi yang namanya kredit macet masal. Para nasabah akan lebih memilih mangkir dan membiarkan rumahnya diambil alih bank karena mereka sendiri memang kesulitan dalam melakukan pembayaran kredit. 

Jika suku bunga rendah, kredit macet massal tentu tak akan terjadi. Orang-orang juga akan tertarik untuk mengambil KPR. Hanya saja, penurunan suku bunga ini tidak cepat diikuti dengan penurunan suku bunga KPR. 

Mengapa Tidak Ikut Turun?
Sebenarnya, hal ini tidak sepenuhnya benar. Sebagian bank meski belum semua sudah mulai menurunkan suku bunga kredit mereka meski sedikit. Alasan mengapa masih banyak bank yang tidak menurunkan bunga KPR-nya adalah karena penurunan yang cenderung lamban. 

Setidaknya, menurut pengamatan, penurunan suku bunga baru bisa dilakukan setidaknya 8 bulan setelah penurunan suku bunga kredit. Mengapa bisa selama ini? Itu karena bank harus menghitung kembali biaya dana selama suku bunga acuan yang tinggi. Jadi, tidak bisa langsung ikut turun mengikuti suku bunga yang ditetapkan.

Meski demikian, hal ini tetap berpengaruh positif. Apalagi, saat ini likuiditas bank juga sudah mendukung. Itu karena terjadi pelonggaran LTV juga yang mana setidaknya bisa membuat suku bunga KPR mulai turun pada akhir tahun 2019.

Penjelasan Bank BTN
BTN, selaku salah satu penyedia kredit rumah mudah KPR sendiri sudah menjelaskan mengenai alasan mereka belum menurunkan suku bunga KPR mereka untuk mengikuti penurunan suku bunga kredit yang ditetapkan Bank Indonesia. Menurut Direktur Finance BTN, hal ini terjadi karena butuh masa transisi penyesuaian suku bunga acuan KPR.

Lamanya masa transisi ini sendiri sangat bergantung pada komposisi deposito berjangka yang dikelola bank saat ini. Pada BTN sendiri, deposito berjangka yang paling banyak dimilikinya adalah yang berjangka 3 hingga 6 bulan saja. Itu artinya, BTN masih sulit menurunkan suku bunga KPR sebab harus menanggung bunga deposito berjangka yang masih panjang.

Penyebab lain mengapa susah untuk BTN menurunkan suku bunga KPR saat ini adalah karena ketatnya likuiditas bank. Ini terjadi karena perebutan dana masyarakat yang masih dilakukan sebagian besar bank. Ini membuat lembaga keuangan harus berlomba menawarkan suku bunga pendanaan yang tinggi agar bisa mendapatkan dana dari masyarakat juga.

Alasan ketiga mengapa bank BTN masih belum bisa menurunkan suku bunga KPR adalah karena tingginya beban dana atau cost of fund yang masih harus mereka tanggung. Hingga kini, rasio beban yang mereka tanggung masih di atas 6%.

Bukan berarti bank BTN sama sekali tidak berniat menurunkan suku bunga KPR. Bank berplat merah ini sudah melakukan beberapa cara untuk mengurangi beban dana sehingga suku bunga KPR bisa diturunkan. Beberapa cara yang bisa mereka lakukan adalah mengurangi eksposur di pendanaan wholesale.

Contohnya saja adalah penerbitan surat utang, pinjaman bilateral hingga dana di luar penghimpunan masyarakat. Cara kedua adalah bank BTN akan fokus menggalang deposito jangka panjang dari ritel institusi sebab suku bunga untuk deposito jangka panjang ini lebih rendah. 

Cara lainnya adalah bank BTN akan mengalihkan sebagian sumber dana ke tabungan atau dana murah. Mereka optimis bisa menggenjot dana murah dalam waktu dekat dengan tujuan untuk bisa mengurangi beban dana yang mereka tanggung. Dengan begitu, setidaknya pada tahun 2020 nanti, bank BTN bisa menurunkan suku bunga KPR.

Meski suku bunga kredit sudah turun sejak Agustus 2019 lalu, nyatanya hal itu belum diikuti dengan penurunan suku bunga KPR secara merata. Namun, setidaknya bank-bank di Indonesia termasuk BTN sudah melakukan cara untuk menurunkan suku bunga. Ini bisa jadi angin segar untuk Anda yang mau wujudkan desain rumah yg bikin relax impian Anda.

0 komentar:

Posting Komentar